Panas Turki vs Yunani Merambah ke Laut Lepas

By Angelice Onggi - Rabu, Agustus 26, 2020

Latihan angkatan laut Turki dan Yunani

AGEN SBOBETIstanbul - Hubungan Turki dan Yunani kini kian memanas. Bermula dari persoalan soal perubahan fungsi Hagia Sophia menjadi masjid, ketegangan ini melebar hingga masalah laut lepas.

Ketegangan ini dimulai ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memerintahkan Hagia Sophia diubah menjadi masjid.

Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis sampai menyebut apa yang terjadi di Hagia Sophia adalah "bukan unjuk kekuatan, tetapi bukti kelemahan". Mitsotakis mengeluarkan pernyataan ini selepas Sholat Jumat perdana di Hagia Sophia dalam 86 tahun terakhir, pada Jumat (24/7).

Selanjutnya, Turki juga mengubah gereja Ortodoks kuno lainnya yang menjadi masjid dan kemudian jadi museum Istanbul yang populer, untuk diubah kembali menjadi tempat ibadah Muslim. Pemerintah kembali Yunani mengecam keras keputusan Erdogan tersebut.

Keputusan untuk mengubah Museum Kariye menjadi masjid tersebut disampaikan hanya sebulan setelah perubahan kontroversial serupa untuk Hagia Sophia, yang diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO. Langkah Erdogan tersebut telah menambah masalah Turki dengan para uskup di dunia Ortodoks dan Katolik.

Kementerian Luar Negeri Yunani menyebut keputusan itu sebagai "provokasi lain terhadap orang-orang beragama di manapun oleh pemerintah Turki".

Gedung bersejarah Kariye yang berusia 1.000 tahun itu sangat mirip dengan Hagia Sophia, yang lebih besar dan lebih terkenal di Istanbul. Gedung itu awalnya diubah menjadi Masjid Kariye, setengah abad setelah penaklukan Konstantinopel 1453 oleh Ottoman.

Masalah ini pun melebar. Turki dan Yunani telah mengumumkan bahwa mereka akan melakukan latihan militer Angkatan Laut di lepas pantai pulau Kreta Yunani. Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan atas klaim atas gas dan minyak di Mediterania Timur.

Seperti dilansir BBC, Selasa (25/8/2020), Turki mengirimkan peringatan resmi kepada kapal lain untuk menghindari daerah tersebut. Sementara itu, Yunani mengumumkan dimulainya latihan militernya setelah Turki mengatakan akan memperpanjang misi dengan kapal penelitian seismik.

Jerman mengirim Menteri Luar Negeri Heiko Maas ke Athena dan Ankara pada hari Selasa (25/8) untuk mencoba meredakan ketegangan kedua negara tersebut.

Maas akan bertemu Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis sebelum pembicaraan di Ankara dengan mitranya dari Turki. Turki dan Yunani - keduanya anggota NATO - berselisih tentang penemuan cadangan minyak dan gas di Kreta dan Siprus di perairan yang disengketakan.

Yunani berada di Uni Eropa, yang menyerukan dialog. Namun Prancis yang tampaknya memihak Yunan, telah terlibat dalam latihan Angkatan Laut baru-baru ini dengan Yunani.

Turki mengumumkan pada hari Senin (24/8) bahwa eksplorasi dengan kapal penelitian Oruc Reis di perairan yang diperdebatkan, akan diperpanjang selama empat hari hingga 27 Agustus. Hal itu tampaknya telah mendorong Yunani, yang menganggap eksplorasi itu melanggar hukum, untuk melakukan latihan Angkatan Laut.

"Yunani menanggapi dengan tenang dan dengan kesiapan baik pada tingkat diplomatik dan operasional. Dan dengan kepercayaan nasional, melakukan segala yang diperlukan untuk mempertahankan hak kedaulatannya," kata juru bicara pemerintah Yunani Stelios Petsas.

Turki menanggapi dengan cara yang sama kuatnya. "Turki tidak akan mundur sedikit pun dari aktivitas Oruc Reis atau elemen Angkatan Laut kami yang mengawalnya," ujar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Untuk diketahui, Yunani menandatangani kesepakatan perbatasan maritim dengan Mesir bulan ini untuk mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif, tetapi kesepakatan itu bertentangan dengan yang ditandatangani oleh Turki dan pemerintah Libya yang diakui PBB di Tripoli.

Masalah ini berlanjut, pejabat Yunani mengatakan pada hari Jumat (21/8) bahwa Uni Emirat Arab (UEA) akan mengirim jet tempur F-16 ke Kreta untuk pelatihan bersama minggu ini.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments