Klaim Punya Rahasia Kotor Trump, Kelompok Hacker Minta Tebusan Rp 624 Miliar

By Angelice Onggi - Rabu, Mei 20, 2020


AGEN SBOBETWashington - Kelompok peretas (hacker) mengklaim mempunyai informasi yang bisa memberatkan Presiden AS Donald Trump, dan meminta uang tebusan sebesar USD42 juta (sekira Rp624 miliar) dalam waktu seminggu.

Mengutip RT, Sabtu (16/5/2020) Kelompok Cybertheft mengumumkan bahwa mereka telah menyusup ke sistem komputer sebuah firma hukum hiburan, Grubman Shire Meiselas & Sacks.
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh dilaporkan oleh Page Six pada Jumat 15 Mei.

Kelompok itu mengklaim telah mencuri dokumen para selebritas seperti Madonna, Lady Gaga, Bruce Springsteen, Nicki Minaj dan Mariah Carey.

Mereka juga mengklaim memiliki infromasi rahasia kotor Trump.

"Orang berikutnya yang akan kami publikasikan adalah Donald Trump. Ada pemilihan yang sedang berlangsung, dan kami menemukan satu ton cucian kotor, ” kata kelompok itu tanpa merinci informasi apa yang mereka soal Presiden Trump.

“Dan bagi Anda para pemilih, kami memberi tahu Anda bahwa setelah publikasi seperti itu, Anda tentu tidak ingin melihat dia sebagai presiden. Baiklah, mari kita lupakan detailnya. Batas waktu satu minggu,” lanjut kelompok tersebut.


Awalnya Cybertheft meminta tebusan sebesar USD21 juta pada Kamis, tetapi tebusan naik dua kali lipat esok harinya karena permintaan awal tidak ditanggapi.

Meskipun firma hukum mengatakan belum membayar jumlah yang diminta dan melakukan kontak dengan otoritas federal, para peretas menuduh, tanpa bukti, bahwa mereka telah menerima USD365 ribu.

"Kami telah diberitahu oleh para ahli, bahwa FBI bernegosiasi dengan atau membayar tebusan kepada teroris adalah pelanggaran hukum pidana federal," kata perusahaan firma hukum itu dalam sebuah pernyataan.

"Bahkan ketika tebusan besar telah dibayarkan, para penjahat sering membocorkan dokumen itu."

  • Share:

You Might Also Like

0 comments