Eredivisie Belanda Putuskan Tak Ada Juara Di Musim 2019/20

By Angelice Onggi - Minggu, April 26, 2020

RESMI : Eredivisie Belanda Dihentikan

Eredivisie Belanda Musim 2019/20 Ditutup Karena COVID-19

RESMI : Eredivisie Belanda Dihentikan

Eredivisie Liga Belanda Memutuskan Kompetisi Musim 2019/20 telah Berakhir karena Pandemi COVID-19 dan Diputuskan tidak ada Juara Maupun Degradasi ke Divisi Dua

Amsterdam, Belanda ~ Eredivisie Belanda memutuskan kompetisi musim 2019/20 telah berakhir karena Pandemi COVID-19. Meski begitu, diputuskan juga tidak ada juara maupun degradasi sehingga Ajax Amsterdam, yang memuncaki klasemen, tidak berhak mengklaim titel liga.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte sebelumnya mengumumkan bahwa seluruh pertandingan olahraga, termasuk sepakbola, dilarang untuk diadakan sampai 1 September 2020 akibat tingginya kasus Virus Corona yang belum menunjukkan tanda-tanda akan surut.

Pada Jumat (24/04/2020) ini, Eredivisie 2019/20 -- yang telah bergulir 25 hingga 26 matchday -- diputuskan telah selesai dengan Ajax memuncaki klasemen, tapi tidak lantas menjadi juara. Ini pertama kalinya Eredivisie tidak memiliki juara dalam sejarah 64 tahun bergulirnya kompetisi.

Sebagai tambahan, dua tim terbawah ADO Den Haag dan RKC Waalwijk akan tetap bertahan di Eredivisie musim depan setelah diputuskan tidak ada promosi dan degradasi. Dengan begitu, Cambuur dan De Graafschap, dua tim teratas di divisi dua Eerste Divisie, tidak mendapat jatah naik kasta.

Sebelum membuat keputusan ini, Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) telah diminta UEFA untuk mempertahankan klasemen saat ini guna menentukan tim mana yang akan lolos ke kompetisi Eropa musim depan.

Ajax tentu saja akan lolos ke fase play-off Liga Champions, sementara peringkat kedua AZ masuk kualifikasi babak kedua Liga Champions. Feyenoord, yang finis ketiga, lolos otomatis ke fase grup Liga Europa. Adapun PSV Eindhoven (4) dan Willem II (5) menuju kualifikasi babak ketiga dan kedua Liga Europa.

Meski begitu, keputusan memberi jatah ke Willem II terbilang kontroversial karena mereka bermain satu laga lebih banyak ketimbang peringkat keenam FC Utrecht, yang terpaut tiga poin lebih sedikit tapi memiliki selisih gol lebih baik.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments